Sang Junjungan
Namun, suara sentakan terdengar.
"Cepat bunuh!" Aku mengenalinya, itu suara Sang Junjungan. Tahulah aku, ternyata dua orang di bawah trukku adalah korban yang diinginkan Sang Junjungan, sepasang muda-mudi.
Aku melangkah menaiki truk, setelah mengucap kata maaf kepada si pria. Dengan hati diliputi berbagai macam perasaan, memundurkan truk, lalu maju dengan kecepatan penuh meninggalkan tempat tersebut. Aku yakin pria itu tewas dalam keadaan menyedihkan. Setelah dirasa cukup jauh dari lokasi kejadian, aku menghentikan laju truk yang kukendarai, berhenti menepi. Pikiranku bertambah kacau. Membuatku berteriak tak karuan, meracau tidak jelas. Sesudah puas melanjutkan kembali perjalanan.
Hot Chapters