Yang Tersisa Hanyalah Kenangan
"Dulu, kakakku pernah bilang, kamu itu si genius yang bisa dengan mudahnya meraih peringkat pertama tanpa belajar. Tapi, aku nggak percaya. Tak disangka, itu benar!"
Nayla juga terpengaruh oleh senyuman Kenneth dan ikut tersenyum. "Kakakmu terlalu melebih-lebihkannya. Aku juga harus belajar keras untuk pertahankan nilaiku."
Kemudian, Nayla mengangkat tangannya dan melanjutkan, "Ini juga karena kamu mengajariku dengan baik, makanya aku baru menguasainya."
Kenneth tiba-tiba tersipu dan menunduk. Dia berkata dengan nada ringan, "Benarkah?"