FREL.
"Hebat!"
Aku mengangguk menyutujui perkataan nenek. "Dia emang hebat."
Meskipun agak jengkel juga melihat nenek yang lebih peduli nilai Kenn ketimbang nilaiku, tapi aku tetap tersenyum, ikut senang atas pencapaian Kenn. Wajar, dia memang dari lahir sudah cerdas. Bisa dikatakan genius, malah. Lain halnya denganku, aku harus memeras otak dulu, belajar lebih giat lagi agar bisa mendapat peringkat di kelas.
ตอนยอดนิยม