Project Darah Malaikat
Daffar menoleh dan memandangku dengan lembut, lalu ia tersenyum.
“Jangan khawatir, apa saja yang digerakkan Anbar, mereka nggak akan bisa menembus kekuatanmu,” jawab Daffar dengan yakin.
Aku sangat lega mendengar keyakinan dalam suaranya itu.
“Aku hanya waspada saja, makanya aku membuat gudang di depan, apartemen ini jadi memiliki dua lapis pintu. Ya, mana tahu, mereka butuh sesuatu yang terlewat kita beli. Aku ingin semua pertemuan dengan orang lain terjadi di bagian gudang saja, untuk kehati-hatian,” jelas Daffar dengan tenang.
Chapitres populaires