Tawanan yang Menawan
“Dia datang dari tempat yang sangat jauh, terdampar di hutan ini. Matanya... bijaksana dan penuh pertanyaan, seperti dia melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dia tidak seperti pria desa sini. Dia lembut, tapi juga punya kekuatan yang tenang. Dan senyumnya... oh, Indah, senyumnya bisa menerangi hari tergelap sekalipun.”
Indah menatap lebih intens pada Wirya. Rahang yang tegas namun tidak kasar. Hidung yang mancung. Alis yang hitam dan berarsitektur dengan baik. Dalam keadaan tidur yang lemah pun, ada aura keteguhan pada Wirya.
“Dia adalah orang baik, Indah. Terlalu baik untuk dunia ini. Itu mungkin sebabnya dia tidak lama tinggal bersama kita...”
Hot Chapters