Mayat di Atas Ranjang
“Iblis sepertimu harusnya enggak tersenyum seperti yang sedang kau lakukan barusan. Iblis hanya bisa tersenyum mengejek, tersenyum keji, tersenyum licik, menyeringai. Iblis harusnya hanya bisa marah-marah, mengamuk, atau menangis tanpa henti, tapi tidak tersenyum seperti itu.”
Anggita menatapnya masih dengan pandangan tidak mengerti. “Aku tersenyum? Apa iya?” Anggita seorang iblis yang tidak menyadari dirinya sedang tersenyum di hadapan seorang manusia laki-laki.
“Ya, senyummu aneh.” Hendi berkata lirih, sambil lalu. “Ah, sudahlah enggak usah dibahas. Apa-apan, sih, malah ngomongin soal senyuman.”
Hot Chapters