Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Ku bukan Milik Ku

Suami Ku bukan Milik Ku

Azan shubuh yang begitu merdu terdengar jelas di telinga Deli. Deli langsung bangun, dia ke kamar kamdi untuk membersihkan dirinya dan mengambil wudhu. Deli melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, Deli langsung menuju dapur, hari ini Deli akan membuat sarapan. Deli tidak ingin bunda memasak sarapan hari ini, Deli sangat tau kalau bundanya sedang capek.
9.87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Inilah wujud dari rasa syukur kepada-Nya atas berkah hidup yang telah diberi. Lantunan azan yang sangat merdu membuat tubuhku gemetaran. Bayangan atas dosa yang aku lakukan dulu kembali menari di benak. Tak dapat aku bayangkan himpitan alam kubur juga berjuta pertanyaan di hari pembalasan kelak. Aku membentangkan sajadah dan mengambil mengambil posisi di belakang sebagai makmum. Setelah menunaikan empat rakaat, Aku mengucap salam dengan penuh khidmat lalu melipat kembali sajadah.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
The Wildest Delusion (Delusi  Paling Liar)

The Wildest Delusion (Delusi Paling Liar)

*** Lantunan lagu romantis dengan ciri khas agak mendayu-dayu diputar di depan sebuah altar yang berada bersebelahan dengan pantai Fiji. Noah merengkuh pinggang Carol yang agak membuncit. Gaun putih elegan dan simpel yang ia kenakan menjuntai hingga ke pasir putih di bawahnya. “Kau sangat indah istriku” “Apaan sih lu” ungkap Carol berusaha menyembunyikan rasa malunya. “Suamimu kau panggil lu?” “Oh baby, Noah junior menendang kegirangan” “Really?”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

"Bu... Bu Susan, tolong buka kakinya. Aku mau keluarkan tanganku." Aku merasa sangat malu sampai ingin menghilang. Untungnya, Aldo sudah menemukan masalahnya. "Sepertinya ini karena Bu Susan terlalu sering merangsang diri sendiri, sampai menyebabkan kecanduan." Aku sudah tidak peduli lagi dengan rasa malu dan buru-buru bertanya, "Lalu, harus bagaimana?" "Pertama-tama, harus menurunkan sensitivitas, atau desensitisasi. Untuk itu, kita harus cari tahu dulu alat-alat apa saja yang bisa merangsang titik sensitif Bu Susan."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
Jodoh Titipan untuk Delyna

Jodoh Titipan untuk Delyna

Kalau rajin, mungkin saat jam istirahat aku akan kembali ke kelasnya untuk mengantar titipan dari ibu. "Loh? Kok bekalnya dibawa lagi, Del? Nobel ga mau nerima?" Alia terlihat penasaran. Aku menggeleng pelan. "Dia belum datang. Tuh anak kayaknya emang doyan dihukum, deh. Heran." ucapku sebelum menyimpan bekal yang kubawa tadi ke dalam laci. Alia ber-oh ria. "Tapi nih ya Del, bandel bandel gitu dia tuh tetap jadi idaman cewek-cewek, tahu Del!"
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
JATUH MISKIN SETELAH MENIKAH LAGI

JATUH MISKIN SETELAH MENIKAH LAGI

"Saya teman masa kecil Mas Rayan." Aku menerima uluran tangannya dengan hangat. "Ah, ya, salam kenal. Saya Delisa, istri Mas Rayan. Teman masa kecil dirimu." Ratih langsung memasang wajah tak suka dengan kalimat yang aku ucapkan. Yah, itu memang niatku ketika mengulurkan tangan ke arahnya. Namun hal itu belum apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang akan terjadi di dalam.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 936 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

“Pelankan suaramu, Mas. Fadli di luar.” Mas Eli menurut. Lelaki itu mengatupkan bibirnya rapat. Saat Fadli memanggilku sekali lagi, langsung kusahut dengan lantang. “Iya, iya, sayang. Bentar!” Aku langsung memakai pakaianku dan melirik Mas Eli yang kembali menyelimuti diri di atas ranjang. “Mas di sini bentar, ya. Jangan keluar dan jangan berisik, sampai Fadli berangkat ke sekolah.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Si perempuan bertanya, dengan mata hanya sekilas melihat Pras. "Kenalkan sepupuku, Pras. Pras ini Laras, istriku. Dan ini, salim dulu, sayang," pinta Syarif pada Delia. "Assalamu'alaikum Om ganteng. Perkenalkan namaku Delia Hapsari. Putri bapak Syarif dan ibu Laras." Pras membeku di tempatnya duduk, saat bibir mungil Delia mencium punggung tangannya seraya mengenalkan diri. Meski masih cedal tapi Pras paham dengan ucapan Delia.
1057.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Lebih gurih kalau pelan-pelan." Dajjal itu melambatkan cangkulannya. Pinggul Kartika bergoyang untuk memberi sensasi berbeda. Abah mengerang hebat karena nikmat yang luar biasa. Belum pernah dia merasakan sentuhan selezat ini, seakan membawanya terbang ke awan. Tenaga Dajjal itu sungguh luar biasa. Cangkulan tidak mengendur meski jarum jam telah bergeser. Keringat mengucur deras. Erangan nikmat berhamburan.
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai hafalan shalat delisa
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

ucap Nada pelan, beristighfar, menyadari kesalahan dalam pikirannya. *** Sementara itu, di tempat lain, Delisha baru saja tiba di rumahnya. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan napas panjang, merasa lelah setelah dari luar. “Hampir saja aku bertemu dengannya!” gumamnya, tatapannya kosong menatap langit-langit. “Lain kali aku harus lebih hati-hati. Ini belum waktunya menampakkan diri di hadapan mereka.”
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai hafalan shalat delisa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status