Suamiku, Musuh Keluargaku
Setelah panggilan berakhir, Alena dan Raka duduk berdampingan di sofa ruang keluarga, lelah secara fisik dan emosional setelah hari yang begitu panjang dan berat.
"Ini belum berakhir, kan?" kata Alena pelan, lebih sebagai pernyataan daripada pertanyaan.
"Belum," Raka mengakui. "Tapi setidaknya sekarang kita tahu musuh yang sebenarnya kita hadapi. Tidak ada lagi bayangan tak dikenal, tidak ada lagi pesan misterius tanpa wajah."
Alena mengangguk, menyandarkan kepalanya di bahu Raka, mencoba mencari sedikit ketenangan di tengah semua yang masih belum terselesaikan.