Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Aku meninggal pada hari pernikahanku dengan Bradley. Karena aku tak kunjung tiba, dia marah besar dan menikahi Michelle, sahabat masa kecilnya. Di depan semua orang, dia menyatakan dengan lantang, "Beatrice berselingkuh sebelum menikah dan telah mengundurkan diri dari pertunangan!" Ibuku hancur oleh fitnah itu. Dia mengalami serangan jantung di tempat dan meninggal dunia. Namun dia lupa bahwa demi membela Michelle, dialah yang melukai lenganku dengan pisau dan mengurungku di ruang bawah tanah selama sepuluh hari sepuluh malam. Aku memohon dengan segala cara, tetapi yang kudapat darinya hanyalah kata-kata dingin. "Tetaplah di sini beberapa hari, rasakan sendiri penderitaan yang kamu timbulkan
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Tunanganku tiba-tiba mengumumkan ingin menikah dengan kakakku. Sementara Twinkle, si bangsawan yang selalu bersikap dingin dan tenang tiba-tiba, melamarku sambil berkata bahwa dia telah mencintaiku selama bertahun-tahun. Tiga tahun menikah, Twinkle selalu lembut dan perhatian. Tidak ada satu pun hal buruk yang bisa kutemukan darinya. Sampai suatu hari aku tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman. "Twinkle, Amelie sudah mendapat semua yang dia inginkan. Pernikahan palsumu ini sebenarnya nggak perlu lagi, 'kan?" "Kalau aku nggak bisa menikahi Amelie, menikah dengan siapa pun nggak masalah. Dengan begitu, dia juga nggak akan mengganggu kehidupan Amelie." Di ruangan tempat Twin
27.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 843 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Salah Paham yang Terlambat Untuk Diluruskan

Salah Paham yang Terlambat Untuk Diluruskan

Pada hari ulang tahunku yang ke-12, saat Ayah dan Ibu sedang membawaku ke taman hiburan, terjadi kecelakaan mobil akibat rem blong. Kakakku, yang merupakan pemimpin mafia, menimpakan seluruh kesalahan atas kematian orang tua kami kepadaku. Dia benar-benar membenciku, tetapi memanjakan adikku yang dua tahun lebih muda dariku, Elvara, seolah dia adalah harta paling berharga. Bahkan setelah aku meninggal, jantungku pun diambil dan dipindahkannya ke tubuh Elvara. Aku tidak akan pernah melupakan saat penyakitku kambuh dan aku pergi mencarinya untuk meminta pertolongan. Tatapan mata Kakak saat itu dipenuhi rasa muak dan kebencian. "Kirana, apa ada yang benar-benar jujur dari semua perkataanmu? Mem
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Awalnya hanya sebuah hukuman sederhana, tetapi akhirnya aku malah mati membeku di dalam gudang pendingin. Tunanganku, Kenny, sang pewaris Keluarga Brahms, baru teringat padaku tiga hari kemudian. Sekarang aku melayang di sini, melihatnya tatapannya yang hancur dan gemetaran memeluk tubuhku yang kaku. Melihat bahwa akhirnya ia menyusun kembali semua kebenaran yang telah kubawa ke dalam kubur .... Terlambat sudah, Kenny. Tetapi tidak apa-apa. Aku ada di sini, memperhatikanmu. Melihat bagaimana kamu menghadapi kenyataan … bahwa dirimu sendiri yang mengurung wanita tercintamu ke dalam kuburnya.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Pesan Terakhir Loren Jose

Pesan Terakhir Loren Jose

Tante Desy mengikatku di sofa dan pergi keluar merayakan hari valentine bersama ayah. Aku meneleponnya tiga kali. "Tante Desy, tolong lepaskan aku, aku kesakitan." Namun, Tante Desy sibuk memisahkan ayah dan ibuku, memintaku bersabar sedikit lagi. "Ayah, bisakah ayah pulang dan masakin aku? Aku lapar sekali." Namun, ayah sibuk mengejar mengejar mantan kekasihnya dan hanya mentransfer uang, menyuruhku membeli sendiri. "Ibu, aku hampir mati. Tolong pulanglah ... " Namun, hanya terdengar suara ibu yang dingin, "Bukannya kamu sudah menganggap Tante Desy itu ibumu?" Kemudian, panggilan pun terputus. Aku mati kelaparan di antara bau busuk kotoran.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Takdir yang Sulit Ditempuh

Takdir yang Sulit Ditempuh

Kakak tiriku sangat membenciku. Dia membenci kedatanganku dan ibuku, membenci kami karena merusak keluarganya yang terlihat harmonis. Setiap kali melihatku, dia akan selalu menunjukkan wajah dingin. Dia akan mengatakan bahwa aku menjijikkan, lalu dengan kejam bertanya kapan aku akan mati. Pada akhirnya, aku memenuhi keinginannya. Namun, dia menyesalinya. Dia menangis, memohon agar aku bisa kembali. Dia mengatakan bahwa dia seharusnya tidak putus denganku, tidak seharusnya memperlakukanku dengan kasar. Hanya saja, aku sudah mati. Untuk apa lagi dia menunjukkan sikap penuh kasih seperti ini?
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah

Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah

Demi bisa bercerai dengan Ravin, aku bahkan mengajukan keluar tanpa membawa apa pun, termasuk tidak meminta anakku yang baru berusia tiga tahun. Saat melihatku mengenakan pakaian lama sebelum menikah, Ravin sempat tertegun, lalu mencibir. "Kenapa? Bahkan pewaris yang mati-matian kamu lahirkan itu juga sudah nggak kamu inginkan? Aktingmu jangan terlalu berlebihan. Hati-hati nanti semuanya malah jadi kenyataan!" Setelah menandatangani surat perjanjian itu, aku mendorongnya ke hadapannya. "Tenang saja, ini bukan akting." Ravin menatapku dengan heran sesaat, sebelum akhirnya menandatangani surat itu juga. "Tumben sepatuh ini. Baiklah, aku akan bermurah hati dan mengizinkanmu tetap datang menjeng
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Kakak perempuanku memakan setengah piring mangga yang aku tinggalkan di atas meja, lalu seluruh tubuhnya alergi dan dipenuhi ruam merah. Karena marah, kakak laki-lakiku membuka mulutku dengan paksa dan terus menuangkan jus mangga ke dalam mulutku. "Bukannya kamu suka makan mangga? Hari ini kubuat kamu makan sampai puas!" Makanan itu tersedak masuk ke paru-paruku dan membuatku sulit untuk bernapas, lalu tenggorokanku bengkak dan terasa sakit. Aku memohon pada kakakku itu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah mengunciku di ruang bawah tanah. "Karena Sanny menderita, kamu juga jangan berharap bisa hidup nyaman. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini. Sejak kecil nggak ada yang mengajarimu, p
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Aku punya sembilan nyawa, dan enam nyawa sudah kuhabiskan untuk Rico. Kali pertama, aku tertimbun dalam longsoran salju saat mencoba menyelamatkannya. Air dari lelehan salju memenuhi mulut dan hidungku. Kali kedua, aku diburu oleh musuhnya dan ditusuk 24 kali hingga tubuhku hancur lebur. Awalnya, dia gemetar dan berjanji tidak akan menyakitiku lagi. Pada kali ketujuh, dia sudah terbiasa dan sengaja menabrakkan mobilnya padaku hanya untuk menyenangkan seorang wanita. "Nyawanya nggak ada harganya. Asal kamu bahagia, dengan senang hati aku suruh dia mati 99 kali." "Kamu mau lihat kematian macam apa lagi? Aku akan mengaturnya sesuai keinginanmu." Aku terhempas sepuluh meter jauhnya seperti baju
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Ibuku adalah seorang seniman forensik yang paling andal di kantor polisi. Dia tegas, berintegritas, dan sangat membenci kejahatan.  Namun, ketika menerima telepon darurat dariku, dia malah menegurku dengan tegas, “Kamu jelas-jelas tahu ini hari ulang tahun adikmu yang baru mencapai usia dewasa, tapi kamu malah mau pakai trik kotor ini untuk merusak suasana! Kalau kamu benar-benar diculik, biar saja penculik itu membunuhmu!” Dia yakin bahwa ini hanyalah lelucon dan menolak datang ke kantor polisi untuk membuat sketsa. Akhirnya, dia melewatkan kesempatan terbaik untuk menyelamatkanku dan aku disiksa hingga mati. Setelah laporan tes DNA keluar, dia bergegas pergi ke tempat kejadian dengan langk
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai hakikat kematian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status