Main Belakang
Setiap langkah yang Aira ambil terasa berat, ngilu di antara kedua pangkal pahanya kembali berdenyut, seolah sengaja mengingatkan dosa besar yang baru saja ia perbuat beberapa jam yang lalu.
Pintu kamar ditutup rapat dari belakang. Suara gagang pintu yang terkunci otomatis membuat Aira terlonjak kaget. Ia membalikkan badan dengan cepat, mendapati Rian sudah berdiri bersandar di balik pintu, menguncinya dari dalam.
Suasana kamar tidur itu mendadak begitu mencekam, minim udara dan sarat akan ketegangan.