Pria Alfiyah
Abah Ahmad terkulai, tak sanggup melihat istri tercintanya kesakitan.
Suara mesin itu berhenti sejenak, memberikan pertanyaan bagi Iklil. Semua suster berdegup kencang, menentukan hasil kerja mereka, apakah akan selamat? atau berujung pada kematian. Tiba-tiba, gambar pada monitor menunjukan garis lurus. Kabar duka bagi Iklil dan abahnya. Uminya meninggal. Iklil terduduk lemas, abahnya menangis tanpa suara, apakah ini semua mimpi? atau kenyataan? Suster yang sudah bekerja keras tadi ikut berduka, merasakan atmosfer ruangan ber-AC itu. Tepat saat Iklil menemui uminya, sangat pas sekali, Iklil masih bisa bertemu dengan uminya walau beberapa jam. Uminya terbaring, beristirahat dengan tenang, dan
Hot Chapters