Mencintai Suami Adikku
Setiap kali mereka menilik, atau menggosipkan diriku, setiap kali juga, aku menguatkan diri dengan berkata pada diriku sendiri, “Mereka tidak tahu apa yang sudah aku lewati”
Kuputuskan untuk beristirahat sejenak di ruang tamu yang telah disulap menjadi ruang pelaminan. Tepat di tengah-tengah ruangan, Anisya duduk manis dikelilingi teman-temannya, dengan kedua tangan yang sedang di Henna oleh kak Sum, tetangga kami yang berprofesi sebagai pengukir Henna.
Kulihat gadis itu mengukir senyum cerah. Wajahnya cantik bersih, apalagi setelah melakukan perawatan sederhana selama dua minggu ini.