Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menyesal Usai Mendua

Menyesal Usai Mendua

Namiraku yang dulu tak akan pernah kembali lagi padaku. Ckkiiitttt Aku menginjak pedal rem kuat ketika ada sesuatu yang tiba-tiba saja melintas di depanku. Rasanya aku seperti menabrak sesuatu, tapi apa? Tanpa pikir panjang aku pun lantas turun dan melihat apa yang sekiranya tadi ku tabrak. Dan syukurlah, memang tak ada sesuatu pun yang kutabrak. Mungkin tadi hanya halusinasiku saja.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 698 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Lambat. Tapi pasti. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada takut. Hanya— tujuan. “Target semakin tidak stabil,” salah satu dari kata mereka. “Prioritas dinaikkan.” Aku menatap mereka. Dan sekarang— aku melihat sesuatu yang sebelumnya tidak kulihat. Di belakang mereka. Jauh. Seperti bayangan. Sumber. Sinyal. Dan— seseorang.
10900 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

Di kaca jendela warung… Pada pantulannya… Ia melihat dirinya sendiri… Dan seseorang berdiri di belakangnya. Anak kecil itu… Raka langsung berbalik. Tidak ada siapa-siapa disana. “Nay…, apa lo barusan lihat…?” “Lihat apa?” Raka menoleh kembali ke kaca. Kosong. Hanya dirinya dan Naya saja yang terpantul disana. “ Nggak jadi.” Sahut Raka singkat, tak mau memperpanjang penampakan barusan.
10466 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
ASI Untuk Bosku

ASI Untuk Bosku

Tapi yang ia temukan hanya bayangan dirinya sendiri. BERSAMBUNG
10105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Namun, ada sesuatu dalam aura cermin itu yang membuatnya merasa terhubung dengan dunia asalnya. Raka mengambil cermin itu dengan hati-hati, membersihkan debu dari permukaannya. Saat cahaya lilin menyentuh permukaan cermin, kilau redupnya memantulkan bayangan wajahnya sendiri. Namun, ada sesuatu yang aneh. Bayangan itu tidak hanya menunjukkan dirinya, tetapi juga sosok lain yang samar-samar terlihat di belakangnya—seolah-olah ada seseorang yang berdiri di sana, meskipun ia tahu bahwa ruangan itu kosong.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan, hingga meneteskan darah. Namun, dia seakan-akan tidak merasakan sakitnya sama sekali. Dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan. Layar ponselnya yang belum mati masih menyala, memperlihatkan sebuah pesan yang sudah terbaca. [ Basemen parkir bawah tanah. ] Mungkin karena semua tamu sudah pergi, tempat parkir itu tampak kosong dan hanya ada satu mobil Maybach yang terparkir.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
SANTET KIRIMAN MADU

SANTET KIRIMAN MADU

Aku seret langkah dengan sekuat tenaga menuju kamar untuk merebahkan diri sebentar, berharap dengan sedikit beristirahat aku bisa meringankan sakit kepala ini, namun baru saja aku membuka pintu kamar tiba-tiba aku menangkap sesosok bayangan hitam yang duduk di ranjang, rambutnya panjang, posisinya membelakangiku, yang seketika membuat jantungku seolah copot dari rongga dada. "Astagfirullah .... gumamku dalam keadaan kepala yang semakin berputar-putar. Ketika kukucek mata bayangan itu menghilang, meski sekuat tenaga aku mencoba mencari kembali untuk memastikan, tidak kudapati apapun di dalam kamar. "Astagfirullah mungkin hanya halusinasi karena aku begitu lelah," gumamku.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Milik Sang Bayangan

Milik Sang Bayangan

“Kamu boleh terus dorong aku. Tapi suatu saat… aku akan mendorong balik. Dan kalau kamu jatuh, aku tidak akan menangkapmu. Aku akan ikut jatuh bersamamu.” Kayra menahan napas. Lalu membalas, “Jangan sok-sok an jadi pujangga, Tuan Bayangan.” Mereka tidak saling menyentuh lagi. Tapi jarak di antara mereka… tinggal napas. Dan di dalam napas itu, sesuatu mulai menyala. Sesuatu yang tak bisa lagi dipadamkan. ***
519 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Misteri Di Balik Mata

Misteri Di Balik Mata

"Apa yang baru saja kita alami?" Suci memandang cermin itu dengan sorot mata penuh pemahaman yang mendalam. "Ini bukan tentang keluar dari sini," bisiknya. "Ini tentang apa yang ada di balik bayangan." Cahaya cermin yang retak perlahan memudar, dan dari dalam cermin itu, sesosok bayangan lain muncul, berjalan ke arah mereka dengan langkah lambat dan menyeramkan. Sosok itu lebih besar dari yang sebelumnya, dan wajahnya tampak familiar—seperti seseorang yang seharusnya tidak ada di sana.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai hanya bayangan ada di depanku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status