Undefined Hurt
Astri berucap dengan riangnya, sambil mengangkat tinggi selembar kertas dengan goresan tinta merah beruliskan angka 100.
“Wah, anak mama emang pintar banget, deh. Sebagai hadiahnya, nanti mama beliin kamu jam tangan baru ya.”
Mata Astri berbinar kala mendengar kata hadiah. “Wah, mau, Ma. Astri kepengen jam tangan yang kemarin Astri ceritain, Ma. Yang harganya seratus juta itu loh.”
Gea mengangguk. “Iya, sayang, boleh. Apa sih yang gak boleh untuk putri kesayangan mama?”
Hot Chapters