Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku
Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai.
Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya.
"Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?"
"Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?"
Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?"
Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman.
Aku ingin maju dan mempertanya
Hot Chapters