Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tiongkun Tan Choa Hok

Tiongkun Tan Choa Hok

Angin senja berhembus meniup rambut Choa Hok yang berkibar. --- Bersambung.
293 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

"DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!" Pepohonan di sekitar tumbang akibat gelombang energi, Angin berhembus kencang seperti badai, langit bergemuruh memperlihatkan sosok jiwa Lan Shi, semua orang di Nirvana berkeringat dingin melihat tingkat kekuatan 16 The Power of Heaven's Turmoil. "Lan Shi berhasil menerobos!" "Benar… akhirnya kita memiliki legenda petarung!"
9.5455.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai hashira angin
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Baca Semua Ulasan
RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

Tanpa perlawanan. Biarkan sungai mengalir menuju samudera. Biarkan angin bertiup menghembus dahan pepohonan dan gunung-gunung. Biarkan awan berarak mengelilingi langit yang maha luas. Biarkan Matahari dan rembulan saling berkejaran. Semua adalah kekuasaan alam yang tidak dapat dilawan. Blam! Dada Fenrir terkena telapak Rashva. Daimon untuk terjembap ke belakang tapi tidak terluka sedikit pun. Malah ia tidak merasa sakit sama sekali.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

Angin senja menerbangkan sisa kemilau perak berganti dengan semburat kuning di ujung langit. Haifa kembali membetulkan letak hijabnya yang meriap di terpa angin. Hari hampir magrib. Entah mengapa Haifa tidak sedikitpun melirik jam di pergelangan tangannya. Kalaupun saat ini dia berdiri di depan teras rumahnya yang sepi, dia tidak ingin menunggu siapapun.
9.3260.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Nindhi menebaskan pedang secara vertikal, menggunakan aliran energi tenaga dalam yang dapat merubah angin menjadi senjata. “Bunga raga, hembusan napas surga!” seru Nindhi keras. Wush! Sring! Sring! Siring! 100 pisau angin menderu secara acak, mengincar pasukan lawan tepat di titik vital mereka. Hingga tidak lama, Cruaat! Aaaaaaa!
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

"Valleri… tolong bertahan… aku mohon, bertahanlah sampai kakakku datang.” Langit sore di Raja Ampat memerah perlahan, ombak berdebur lembut di bawah kaki mereka. Tapi di hati Hilda, badai besar telah pecah — badai yang tak hanya mengguncang laut, tapi juga akan mengguncang takdir semua orang yang terlibat di dalamnya.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

gumam Alana. Pagi itu cuaca sangat dingin dan mendung, Maria melihat dengan sendu langit yang sama-sama sedang pilu. "Bu.... Boleh aku masuk ?" tanya Alana lembut. "Ya sayang..." jawab Maria lemas. "Apa Ibu baik-baik saja ?" tanya Alana. "Ibu baik sayang.." jawab Maria tersenyum. "Kita cari angin yu...!" ajakku.
9.92.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Aku harus pengertian, jadi harus bersabar saat dia memprovokasiku di depan teman-teman. Aku harus pengertian, bahkan gaun pengantin pun harus kuberikan padanya. Aku duduk tegak, pandanganku menembus kaca spion, menatap wajah Jordy. "Aku nggak punya waktu cari-cari gaun pengantin baru, Jordy." Angin menerobos jendela mobil, menyapu mataku yang sedikit memerah. "Ibuku mungkin nggak kuat menunggu selama itu."
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

pinta Khoirul. “Baik, Yah.” Wuri menghapus air matanya yang membasahi pipi. Lalu ia beranjak bangun, dan berjalan menjauhi Khoirul. Wuri nyaris melupakan Awan yang memang dari semalam mengatakan bahwa hari ini ia akan sangat sibuk karena ia akan membatu bakti sosial operasi bibir sumbing di rumah sakitnya. Bila seperti itu, Awan akan berangkat pagi dan pulang sangat larut.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai hashira angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status