Hati yang Terbagi
Aku insecure.
Aku mengeluarkan kartu nama yang tertera nomor ponselku disana. Dan menyerahkan pada Pak Haqi. Laki-laki itu membacanya sekilas, keningnya berkerut.
"Anda manager di PT. Pratama Putra milik Pak Adrian?"
Astaga! Kenapa aku malah memberikan informasi penting itu padanya.
"Wow, setahu saya, perusahaan itu melarang karyawannya punya istri lebih dari satu, ya?" Gumamnya, lalu melirikku sambil mengangkat ujung bibir.