Hati yang Kau Sakiti
Hanya suara napas tercekik yang terdengar, semakin lama semakin pelan, sampai akhirnya hanya ada keheningan yang tersisa.
Namun, Lita tak peduli seberapa sesak napas Maria, seberapa sakit yang wanita itu berikan saat ini. Lita seakan kerasukan, wajahnya memerah dan urat-urat di tangannya menegang. Tawanya yang mengerikan sudah mulai terdengar di antara gemeretak giginya yang beradu. "Haa ... haaa ... mati saja kamu, Nenek Lampir!"
Di saat itu pula, suara pintu terbuka. Seseorang tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut.