Memory
"Aku pikir cintanya tidak akan mati, harapanku terlalu tinggi."
Pak Aksara tertunduk, seperti ada kesedihan yang begitu mendalam. Bertemu dengan Soraya tadi siang--di kantor kepala sekolah, seolah membangkitkan rasa patah hati bertahun-tahun lalu. Kenangan yang terus menggerogoti pikiran.
Untaian memori masa lampau, marasuk kembali, mengingatkan pada peristiwa pahit. Tidak hilang, tidak tergerus sedikit pun oleh waktu. Aku pun terjebak lama di dalamnya.
Hot Chapters