Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

“Tentu saja.” “Apa pun itu?” “Iya, apa pun itu.” Sebentar Resti diam untuk mengambil jeda. Lalu kembali memberiku pertanyaan manja dengan suara, intonasi dan juga kata-kata yang terdengar sangat hati-hati. “Misalnya nih ya Mas, misalnya, ini hanya sekadar contoh. Seandainya.., emmh..,” Resti tiba-tiba hentikan kalimatnya. Sekarang ia malah terdengar seperti ragu. Aku menunggu.
9.614.9K viewsCompletedAdded to Library 579 Times as hesitantly
Show Reviews (17)
Read
+Library
Ayusqie
Dirgahayu RI ke 77. Semoga makin maju dan makmur NKRI-ku. Terima kasih utk kk2 reader yg telah mengikuti kisah romance Mas Joko ini. Jika suka, jangan lupa vote ya kak, spy saya makin semangat nulisnya. Terima kasih, matur nuwun, syukron katsiron, thank you, xie-xie.. ...
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Read All Reviews
Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Saat perintah itu sampai, aku tidak langsung bergerak. Hanya sepersekian napas. Terlalu singkat untuk disebut ragu. Terlalu kecil untuk dianggap penolakan. Namun jeda itu nyata. Qi kasarku tidak langsung mengikuti kehendak seperti biasanya. Ia bergerak sedikit terlambat, seolah menunggu konfirmasi yang sebelumnya tidak pernah dibutuhkan. Aku tetap menjalankan tugas.
10871 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as hesitantly
Read
+Library
HIATUS

HIATUS

Kunyahanku tidak sampai ke kerongkongan saat Tuan Harraz berkata seperti itu. "Aku hanya berusaha meyakinkan hati," hembusan napas lelaki itu terdengar berat. "Tapi jawaban yang kudapatkan selalu bertentangan dengan apa yang sudah kuputuskan." "Apa yang kamu ragukan, Tuan?" Tanyaku sambil menatap lekat wajahnya. Tuan Harraz urung menjawab. Lelaki itu terlihat seperti tidak ingin membahasnya. "Tak usah dibahas," Tuan Harraz menyudahi pembicaraan begitu saja.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as hesitantly
Read
+Library
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Lalu akhirnya, dengan suara pelan, "Ini... masih karena suasana?" Pertanyaan itu menggantung di antara mereka. Atlas tidak langsung menjawab. Ada jeda yang terasa lebih panjang dari seharusnya, dan di dalam jeda itu, ekspresinya berubah sedikit. Bukan drastis, tapi cukup untuk terlihat, sebuah keraguan, atau mungkin kesadaran yang datang terlambat. Ia menghela napas panjang sebelum kemudian mundur.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as hesitantly
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

Wanita gemuk itu mengubah posisinya menjadi duduk dan bersandar dengan bantal. “Kalau gue nanya … dia enggak curiga, kan, ya?” gumam Trisha seraya mengetik di room chat. Jarinya terlihat ragu untuk mengirim pesan itu. Dia takut kalau akan ketahuan dalam waktu dekat, tapi dia juga penasaran dengan latar belakangnya. Tok … tok … tok
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 463 Times as hesitantly
Read
+Library
Terjerat Gairah Tuan Hakim

Terjerat Gairah Tuan Hakim

“Ada apa, Harger?” Namun kilatan dari iris amber yang bimbang, sama sekali bukan prospek bagus. Harger ingin mengatakan sesuatu; ingin melakukan sesuatu; semuanya tentang menginginkan sesuatu. Sialnya dia begitu takut membayangkan kesalahan akan jatuh dengan tepat. Menyokong keadaan bertambah kacau. Dia takut sekali terhadap penolakan. “Apa aku boleh masuk?” tanya Harger dengan suara menyerupai lirih.
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as hesitantly
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status