Pesugihan Genderuwo
Ketakutan akan kemiskinan, akan kehilangan harga diri sebagai suami.
“Nak Bagas,” Kyai Ahmad akhirnya angkat bicara, suaranya lembut namun tegas. “Saya mengerti ini bukan keputusan yang mudah. Tapi ingatlah, segala sesuatu yang didapat dengan jalan yang salah, hanya membawa kehancuran. Pesugihan ini nggak hanya membahayakan kamu, tapi juga Ratih, bahkan warga desa. Kekayaan ini nggak sebanding dengan kehilangan jiwa dan keberkahan hidup.”