PEREMPUAN MASA LALU
“Waduh, maaf, Lin. Kamu jangan salah paham. Aku benar-benar bingung cara memahami perempuan. Ingin menjawab lain salah juga. Takut salah menjawab.”
Aku terkekeh pelan. “Iya-iya, lagian aku juga cuma bercanda. Maafkan aku ya, Sayang.”
“Tapi, kok, perempuan susah dimengerti, ya? Aku gak tahu harus gimana karena iya berarti tidak dan tidak berarti iya. Iya kadang iya, tidak kadang tidak. Ah, aku bahkan bingung sama kalimat sendiri.”
“Apa, sih? Ahahaha.”
Chapitres populaires