Penggunaan 'rahimahullah' itu sebenarnya cukup spesifik dalam budaya kita. Biasanya, frasa ini dipakai untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, terutama yang kita hormati atau sayangi. Misalnya, ketika membicarakan almarhum orang tua, guru, atau ulama, kita bisa menyelipkan 'rahimahullah' sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa.
Yang perlu diperhatikan, penggunaan ini lebih umum dalam konteks Islam karena berasal dari bahasa Arab. Jadi, meskipun bisa dipakai dalam percakapan sehari-hari, lebih tepat jika digunakan saat membahas figur yang memiliki nilai religius atau spiritual dalam hidup kita. Rasanya kurang pas kalau dipakai untuk semua orang tanpa mempertimbangkan konteksnya.