Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya

Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya

Entah manusia jenis apa, perempuan bernama Tun ini, apa mungkin jelmaan dajal atau gimana. "Aku bukan orang bodoh seperti anda yang mau saja bayar tanpa ada kejelasan apapun. Lagipula anda ini kok Ndak capek ikut campur urusan orang!' sengitku yang membuat wajah wanita itu merah padam.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

“Tania, kan?” Reno terdiam, wajahnya sulit dibaca. Ratna melanjutkan dengan nada yang lebih lembut tapi menusuk. “Tidak masalah kalau kamu masih bersama dia. Lelaki sepertimu butuh hiburan, mama mengerti. Tapi ingat, Tania bukan perempuan untuk dinikahi. Boleh kamu habiskan waktu dengannya, tapi jangan bodoh sampai menjadikannya istri.”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

tanya wanita itu sungguh-sungguh. “Karena perempuan cantik hidup hanya untuk dirinya sendiri. Ia tidak pernah hidup untuk orang lain.” “Salahkah kami?” “Tidak pernah salah. Sebab perempuan cantik memang bukan untuk dipercaya, melainkan untuk dicintai.” “Jadi kau mencintai aku…,” kalimat wanita ini bukanlah pertanyaan, melainkan pernyataan. Mendengar ini, Sukma Harum tersenyum. Senyumnya pahit.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

Cantik dan kelihatan seperti perempuan baik-baik. Fandi tersenyum miring. Perempuan baik-baik? "Halo, Mas! Apa saya bisa memesan sekarang?" Tak lama kemudian terdengar suara Fandi yang berbicara lewat sambungan ponsel. Sepertinya ia tertarik dengan perempuan dalam situs dewasa itu.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Perempuan yang Merengkuh Tabah

Perempuan yang Merengkuh Tabah

tanya Guruh pura-pura belum tahu siapa Bunga. "Saya Bunga, Kak. Ketua regunya Genta bukan saya." jawab Bunga sambil menunjuk Genta yang berdiri tidak jauh darinya. "Baik. Saya punya satu permen buat kalian semua. Karena permennya hanya satu dan kalian ada tujuh orang maka permen ini harus dibagi rata dengan adil. Semua harus kebagian dengan bagian yang sama. Tapi ingat! Permennya tidak boleh dipotong-potong!"
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Berbagi Suami

Berbagi Suami

Tania melepaskan diri dari pelukkan Adrian, “Aku memang merasakan cinta itu ada saat kamu datang ke rumah sebelum pernikahan digelar. Saat itu aku masih sangat membencimu, yang aku pikir, kamu—sangat serakah karena ingin memiliki dua istri.” Adrian tersenyum, “Bukankah aku memang serakah?” “Aku tahu laki-laki bisa mencintai dua orang sekaligus.” Adrian tidak menjawab. “Tapi kamu harus tahu, bahwa perempuan tidak begitu. Aku mencintai kamu, hanya kamu.” “Bukankah laki-laki asing itu yang pertama melakukan itu padamu? Ada jurnal penelitian yang bilang, perempuan akan selalu terikat pada orang yang pertama melakukanya.”
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Detektif Zen: Rencana Paling Sempurna

Detektif Zen: Rencana Paling Sempurna

“Tapi dia berjanji akan menikahiku.” “Laki-laki akan mengubar seribu janji kalau sedang mendekati wanita, Sayangku. Apalagi laki-laki brengsek yang membanggakan kebrengsekannya seperti William itu.” Susan mengunyah ayam bakarnya seolah-olah mengunyah laki-laki yang sedang mereka bicarakan. “Kalau aku jadi kau, sudah kutenggelamkan kepala Willim ke dalam lumpur. Supaya dia tidak bisa lagi mengangkat dagu kotaknya yang kokoh itu tinggi-tinggi. Kau tahu, kita ini perempuan tidak diciptakan Tuhan untuk dijadikan mainan. Apalagi pelampiasan. Tidak, perempuan Tuhan ciptakan untuk menjadi pelengkap laki-laki. Artinya, jika kita tidak dihargai kita harus pergi cari yang lain. Kau mengerti maksudku,
9.96.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai tuan untuk perempuan
Tampilkan Ulasan (68)
Baca
+Pustaka
Ega Candra
Waduh, saya dijadikan tokoh beneran. Saya pikir Bu Susan cuma bercanda. Tahunya beneran. Hahaha. Jadi pasukan coklat. Dari biru berubah coklat. Pak Arif juga. Wahahaha. Dari polmil jadi polisi. Seru tapi ceritanya. Jangan lupa, Bu. Masukin kejadian konyol yang di lampu merah malam itu.
hassannurwahidd
Cerita yang luar biasa. Temanya menarik dan cara penyajiannya cerdas. Tidak membuat bosan dibaca. Bahasanya lentur. Penulis menceritakan kisahnya dengan baik. Sehingga mudah dimengerti dan memberikan kesan mendalam. Cerita ini sarat dengan psikologi, pembelajaran tentang dunia forensik juga.
Baca Semua Ulasan
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Aroma khas wanita mana yang tidak menggoda, Tuan? Itulah sebabnya mengapa perempuan sangat rumit dengan penjagaan dan sangat punya batasan yang lebih rumit daripada seorang lelaki. Perempuan itu sangat mulia dan sangat dimuliakan. Namun, kenapa ada saja laki-laki yang menggores luka-luka pada bidadari-bidadari yang tercipta dengan seindah itu?
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tuan Akmal menatapku penuh harap. "Anda tidak mengerti perempuan ternyata, Tuan. Perempuan itu mudah tersakiti dan merasa cemburu, tapi mereka paling ahli menahan rasa sakit dan cemburu itu. Sekalipun di luar baik-baik saja, bukan berarti di dalam sama saja. Mungkin dia tidak mau saja menunjukkannya ke Anda."
1012.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Kesatria Iblis Tanpa Tanding

Pembalasan sang Kesatria Iblis Tanpa Tanding

Hidungnya bangir dan sama seperti Xuanwu, mukanya juga memiliki kesan feminin. “Hei, Gao Tian. Apakah kamu masih perjaka?” “Hah …?” Sekonyong-konyong Xuanwu bertanya iseng walau rautnya menunjukkan ekspresi dingin. Sampai-sampai, Gao Tian terkejut. “Apakah kau pernah meniduri seorang perempuan?” ulang Xuanwu. “Belum pernah tentu saja. Hubungan badan itu sakral, Xuanwu …”
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai tuan untuk perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status