ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
“Zahira, apa kabar?”
Zahira menoleh ke arah suara, ia bangkit, dan terkejut sampai menjatuhkan cangkir di tangannya.
“Kamu....” nada suara Zahira gugup dan sedikit gemetar, ketika menatap Abram.
“Iya, aku Abram Wiratama, kamu masih ingat ‘kan, kejadian tiga tahun yang lalu,” ujar Abram pelan namun tegas.
”Apa kamu kira dengan memakai cadar, aku tidak bisa mengenalimu, bola mata hitam, itu yang telah memikatku, mana mungkin aku melupakan bola mata hitam yang menakjubkan itu,“ lanjut Abram.