Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Dev Pov Gue berjalan menelusuri lorong sekolah. Kayak biasa, banyak cewek genit yang mencoba menyapa gue. Tapi, gue abaikan sapaan gak penting mereka. Pagi ini mood gue bener-bener lagi berantakan gara-gara setan kecil bernama Hanna. "KYAAAAAAA ... LO APAIN BIBIR GUE IBLIS SIALAAN??"
1030.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Kiara

Kiara

“Diam sebentar, Kiara!” kata Anita yang sedang fokus mewarnai kaki Kiara. Dia sedang sibuk membuat Henna di kaki Kiara, dia sudah memakan waktu 3 jam hanya untuk membuat Henna. “Aku minta maaf, Anita!” Kiara meminta maaf untuk beberapa kali pada pagi itu. Dia mulai merasakan kecemasan, dia tidak menyadari kakinya sejak tadi tetap bergerak-gerak. Otaknya mulai berpikir tentang Jay mulai marah padanya, entah kesekian kalinya Kiara mulai memikirkan lelaki yang dibencinya sepanjang malam hingga pagi. Dia takut pada Jay akankah dia mengecewakan dirinya? Apakah ucapan yang diucapkan oleh Jay tadi malam benar-benar serius. Kiara mulai khawatir dan kebingungan.
5.0K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Ada apa dengan tunanganku?

Ada apa dengan tunanganku?

Matanya masih menatapku geli dengan senyum yang cenderung meremehkan. “Sialan lo! Kok gak bilang reuninya di tempat beginian? Tau gini gue gak usah dateng!” Kesalku. Pantas saja wanita berhijab bernama Nissa itu tidak mau datang. Konyol bukan jika datang ke tempat penuh maksiat ini dengan hijab? Dia tergelak, “Nah.. Justru karena tempatnya kayak gini jadi gak gue kasih tau, nanti kalo lo gak dateng gue sendirian dong.”
108.8K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

Lalu ia menatap Nissa—wanita cantik berusia 24 tahun dengan kulit sawo matang yang indah, dengan dada yang penuh yang terlihat jelas di balik bajunya yang tipis. Bagian dari pikirannya berteriak untuk kabur, untuk lari, untuk menghindari apa yang akan terjadi. Tapi bagian yang lebih besar—bagian yang dikendalikan oleh obat perangsang—menginginkan ini. Menginginkan mereka. Menginginkan apa yang akan terjadi. "Tante Kinanti... Nissa..." suaranya lemah, tidak lagi penuh keyakinan untuk menolak.
46.3K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Mertuaku Penghancur Rumah Tanggaku

Mertuaku Penghancur Rumah Tanggaku

gumamnya bertanya-tanya. Diana menatap sosok Nisa yang berjalan menuju kursi di belakangnya yang berjarak 3 saf. Nisa mengangkat tangan, dan mengusap perutnya. Senyuman bahagia tampak terbit dari bibir wanita berjilbab abu-abu itu. "Mau periksa kesehatan, Bu?" Tanya seorang wanita paruh baya yang duduk tak jauh dari Nisa.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Bangkitnya Suamiku yang Perkasa

Bangkitnya Suamiku yang Perkasa

Sabai mengerutkan alis sambil berusaha mengingat-ingat. Tiba-tiba Sabai membelalak dan bertanya kepada Theo, "Theo, lihat wanita yang ada di meja itu! Wanita itu ... Anisa, 'kan?" Sabai menunjuk wanita yang duduk di seberang Sania. "Wanita yang duduk sama Sania mirip banget dengan Anisa." Sabari mengernyit, lalu bangkit berdiri dan berjalan ke meja Sania.
9.588.1K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Vampire Lord: Terbangun di Dunia Lain

Vampire Lord: Terbangun di Dunia Lain

Sedangkan yang dialami oleh Ryan aslinya adalah ilusi yang tak seorangpun dapat melihatnya. “Tapi, syukurlah ya. Masalah telah selesai tanpa ada yang terluka...” ucap Nisa dengan seutas senyuman terukir di bibirnya. Dia sebagai seorang wanita dewasa tentu merasa terpesona oleh penampilan Nathan dan kini pandangan matanya tak henti-hentinya tertuju ke wajah tampan dari pria bertubuh tinggi itu. Nisa yang dikenal oleh orang-orang adalah wanita yang cuek terhadap lawan jenis. Bisa jadi, itu karena dia memang tak merasa ada yang menarik perhatiannya sejauh ini.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Anak Kembar yang Dibedakan

Anak Kembar yang Dibedakan

“Sepertinya dia punya peran penting di sini.” Aku mengangguk setuju. Beberapa kali dia seperti bicara pada sutradara dan juga Pak Rully. “Dia kelihatan dekat dengan Pak Rully.” “Dia bos Sabia, Ma.” “Oh, ya? Apa Sabia asistennya?” Aku menggeleng. Tidak tahu. “Lakukan yang terbaik, Sabrina. Setelah ini giliran kamu.” Aku mengembuskan napas. “Walaupun nggak dapat peran utama, tapi kamu harus dapat peran di series ini. Kamu tahu sendiri kalo series yang sedang digarap sedang di gandrungi.”
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 579 Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
HANYA KARENA IBU RUMAH TANGGA, AKU DIREMEHKAN SUAMIKU!

HANYA KARENA IBU RUMAH TANGGA, AKU DIREMEHKAN SUAMIKU!

Tidak membutuhkan waktu yang lama, sudah berbelok ke tempat parkir khusus petinggi perusahaan. "Pagi, Bu," sapa gadis berhijab dengan wajah yang manis, karyawan baru yang menggantikan posisi Lea saat melihatku masuk. "Pagi juga, oh ya, siapa namamu?" Balasku sambil menghentikan langkah tepat di depan mejanya "Nissa, Bu," jawabnya sambil menundukkan kepala. "Baiklah, Nissa, selamat bekerja, ya? Bekerja yang jujur jangan seperti orang yang sebelum kamu."
1056.7K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
Telanjur Cinta

Telanjur Cinta

Kak Sabiru yang menjawab. "Eh ... ada Bang Zayn. Apa kabar, Bang?" Nasya menyapa dengan sok akrab pada Zayn. Dia bangkit dari duduk untuk mencium punggung tangan Zayn dengan takzim. Aku dan Elma yang melihat itu hanya bisa melongo. Pasalnya usia Nasya sudah bukan anak kecil delapan tahun, tetapi delapan belas tahun. Dongkolku pada dia kian bertambah saja. Kalau di rumah dan berdua saja mungkin sudah aku jewer telinga dia.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as hmmm nissa sabyan
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status