Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika yang paling berkuasa bersama

Ketika yang paling berkuasa bersama

Arthur melepas tangan Luna cukup kasar, sebelum ia pergi meninggalkan Luna yang mematung di tempatnya. ‘Benar, inilah pemikiran seorang Diversm yang sebenarnya’ mereka bahkan membuat Luna tak bisa memilih. Dan orang yang memikirkan itu pasti. “Horna!” Dengan cepat Luna menjambak rambut Horna. Bersih keras tak ingin melepaskan, karena dikuasai amarah, Horna kesulitan begitu juga dengan Hadar. Pedang muncul di tangan Horna. Dia dengan cepat mengayunkannya ke arah tangan Luna!
1.5K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as horns
Read
+Library
KRAMLER

KRAMLER

Putra Homer itu pun luput dari maut. "Kau! Kau selalu menghalangiku! Sekarang aku akan menghancurkanmu untuk selamanya!" Honum menggeram murka. Ia melepaskan seluruh kekuatannya. Tubuhnya semakin besar. Tulang punggungnya mencuat keluar dan membentuk semacam sirip punggung. Moncongnya memanjang dan membuat kepalanya tampak seperti kadal. Dari bagian belakangnya, muncul ekor sebesar batang pohon mangga sepanjang tiga meter. Pada bagian ujung ekor terdapat belasan duri setajam mata tombak. Seluruh kulitnya ditutupi sisik sekeras baju zirah.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as horns
Read
+Library
MONSTER

MONSTER

Aku semakin larut dalam aksi mencari tahu siapa itu Joan sampai-sampai tidak sadar kalau Irish dan teman-teman yang lain berteriak karena ada bola basket mengarah kearahku. Tepat. Iya, bola basket itu tepat kena kepalaku. Wah, tiba-tiba ada banyak sekali burung terbang mengelilingi kepalaku. Sampai akhirnya aku menjatuhkan ponselku dan semuanya gelap. ********* Aku membuka mataku dan pandangan yang pertama kali aku lihat adalah Irish yang sedang menyodor-nyodorkan minyak kayu putih ke arah hidung ku. Padahal dia tahu kalau aku membenci bau itu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as horns
Read
+Library
Sadena

Sadena

Selagi menuju mulut Selin tak henti mengucap kagum, sedangkan Sadena terlihat biasa saja. Bagaimana tidak kagum? Untuk seukuran Selin yang pertama kali menginjak kaki di tempat ini, rasanya sungguh luar biasa. Banyak lampion bergantungan menghiasi langit taman, juga replika dinosaurus yang berwarna-warni. Cantik. Ditambah adanya beberapa lampion berbentuk telur fauna hampir menetas.  Oh, jangan lupakan juga pohon yang memiliki bentuk daun seperti kristal beragam warna.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as horns
Read
+Library
Halcyon

Halcyon

"Ini dengan siapa?" "Ini aku, Sayang, Georgemu." • 00.23 Keysa meraih hoodie-nya, membuka lemari mengambil sebuah kotak dari sana. Sarung tangan. Shower cap. Tali. Kain putih panjang. Pisau. Keysa memasukkan semuanya ke dalam kantong hoodie-nya dengan senyum miring.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as horns
Read
+Library
HURT

HURT

tut . Pesan suara itu berakhir. Joon membeku. Jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa detik. “Hana ...,” desis Joon dengan kedua tangan yang mengepal erat. Giginya bergemeletuk menahan rasa nyeri di dada. Rasa nyeri karena amarah dan rasa rindu yang menggebu. Kenapa? Kenapa kau selalu muncul di saat yang tidak tepat, Kim Hana? jerit Joon dalam hati.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as horns
Read
+Library
HARMONY

HARMONY

Sagara: “Maap” Darrel: “2”
105.4K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as horns
Read
+Library
ROSES

ROSES

008. THE PAIN WILL BE FELT WHEN TEH MELT HAS FALLEN ON THE TOE OF THE SHOE FNR00150 "Dia bilang bukan hari ini" lirih Vara sebelum berbalik untuk membuka pintu yang terkunci.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as horns
Read
+Library
Manusia Penakluk Dunia

Manusia Penakluk Dunia

Ia tidak benar-benar terlihat seperti menghadang, melainkan seperti mengharapkan pelukan dari para The Horn di rombongan. Tiba-tiba rombongan itu berhenti beberapa meter dari Jillian. Seorang bertubuh besar turun dari eura-nya, tangannya memegang tongkat kayu dengan ujung batu kristal berwarna biru gelap. The Horn itu tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya untuk berpelukan dengan Kanta. “Kepala Suku Kanta,” sapa The Horn itu. “Kapala Suku Selitan,” balas Kanta dan kedua kepala suku itu berpelukan dengan akrab.
1015.2K viewsOngoingAdded to Library 318 Times as horns
Read
+Library
Purnama

Purnama

Beberapa kali ia menekan klakson saat mobil di depannya tidak segera berjalan ketika lampu lalu lintas telah berubah hijau. Ketika kedai ice cream itu telah terlihat dari kejauhan, Purnama merasa lega. Sebentar lagi ia akan bertemu putranya. Lonceng kecil yang ada di atas pintu masuk berbunyi saat Purnama membuka pintu kedai. Ia melihat ke sekitar ruangan mencari Langit dan Bintang. "Mama!" Purnama menoleh ke arah suara Langit yang memanggilnya. Ia melihat Langit melambaikan tangannya, di depan Langit ada Bintang yang tersenyum senang.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as horns
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status