Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Hujan turun tepat lima menit setelah bel terakhir berbunyi. Bukan gerimis cantik yang cocok untuk video slow motion, melainkan tipe hujan yang turun seolah sedang menyimpan dendam kesumat pada dunia. “Ampun daah!!” teriak Cinta dari teras gedung fakultas. “Hujannya nggak bersahabat banget.. giliran nggak bawa payung malah hujan!!”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Buuurrrr Hanya dalam sekejab saja, tetesan itu berubah menjadi kucuran deras yang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Hujan membasahi kami dengan segera. Pak Oppa memutar motor ke sebuah ruko yang pintunya telah tertutup. Setelah motor menepi, kami berdua gegas turun. Pak Oppa terlihat mengibas-ngibaskan air yang sempat menyentuh baju dan kulitnya. Lalu ia mengibaskan juga air yang berada di pucuk-pucuk rambutnya. Adegan itu juga sama persis dengan apa yang ku lakukan. Namun, mata ini sempat-sempatnya memperhatikan lelaki turunan Tionghoa itu. Iiss ... Aku berinisiatif membuka jok motor, mencari apakah ada mantel di dalamnya. Nihil. Benda yang kucari tak ada di sana. Akhirnya ... te
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

“Mau kodok, Yu?” “Apa sudah dikuliti?” “Kang Jito Akik ‘kan bisa nyopoti jaket-jaket kodok ini!” Toh Yu Munah Soblem tertawa gembira dapat bonus kodok sawah. “Dapat kodok berapa kok ngajak pesta cwe-ke? Lumayan buat lauk nanti malem, sudah bosen tempe bacem.” Kamto Oncek pun pamitan. Tapi ia pesan wanti-wanti perihal tegalan dan pohon rambutan. Tampaknya ia sudah ngebet betul akan buah rambutan. Suara kletek-kletek jeruji sepeda menandakan suami Yu Munah Soblem pulang. Buruh asah batu akik itu sudah tersenyum-senyum penuh kerinduan akan istrinya. Jakunnya sudah turun naik seperti tarian cleret gombel. Apalagi ketika didapati si istri lagi ngore rambut. Tarian jakunnya makin menjadi-jadi m
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Destiny of Love

Destiny of Love

Melupakan semuanya. Perlahan, Hyun Ji membuka pintu mobilnya dan turun dari mobilnya. Ia membiarkan lampu rem menyala merah. Ia membiarkan mesin mobilnya tetap menyala. Hujan deras tak menghentikan langkahnya untuk menyeberangi jalan menuju gereja tua yang tadi dilihatnya. Walupun warna langit tampak buram, namun ia tetap melangkah maju. Ia membiarkan seluruh tubuhnya yang dibaluti gaun cantik berwarna merah dibasahi oleh air hujan. Rambutnya yang bergelombang sudah menjadi lurus oleh air hujan.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

Yoshua pun tidak bertanya lagi dan mengalihkan topik pembicaraan, "Jalanan gunung licin karena hujan. Kita nonton saja dulu." "Oke." Janice mengangguk. Setidaknya, dia tidak akan merasa terlalu canggung. Yoshua menyuruh sopir menurunkan layar dan memutar film komedi. Menonton film di mobil pada saat hujan membuat suasana terasa berbeda. Janice tertawa beberapa kali karena adegan lucu. Dia seolah-olah telah melupakan masalahnya. Sebelum film habis, hujan sudah berhenti. Yoshua menyuruh sopir mengantar mereka turun gunung.
9.4930.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.1K kali sebagai hujan unedited version
Tampilkan Ulasan (192)
Baca
+Pustaka
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
butterfly
horeee posisi kedua ter POPULAR di Goodnovel jika dibandingkan dg novel berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia... semangat jason ja ice... ayo naik2 lagi yg mbaca... biar pd tau ni novel paling seru diantara Ed-Clara, Yohan Nabila, Hendro Weni n Dosenku itu paling nanti bab 500an turun rating wkw
Baca Semua Ulasan
Mantanku, Kakak Iparku

Mantanku, Kakak Iparku

Cewek itu mengusap wajahnya yang basah oleh air hujan. “Lo yang sabar, ya!” “Stok sabar gue luber-luber kayak hujan ini, kok! Tenang aja!” Deo berdiri dari duduknya dan menengadahkan wajahnya ke langit. Tetesan-tetesan besar air hujan menampar kulitnya dengan keras, seakan sedang membangunkannya untuk menerima kenyataan pahit itu. “Neduh, yuk?!” ajak si cewek. “Hujannya deres banget, gue kedinginan!”
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

cetusnya dengan getar kuat di suaranya. Kasih mundur selangkah. Padahal aku ingin memberinya dekapan agar lebih tenang. "Jangan membuat hatiku semakin sakit," lirihnya. "Kasih?" Langit mendung kota Jambi meneteskan air mata pula. Rintik-rintik mulai membasuh wajah Kasih yang dilunturi oleh riasan make up. Hujan menderas tiga puluh detik kemudian, membasuh darah di ujung bibirku pula.
9.729.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

Gerimis membasahi kaca jendela, pohon-pohon dan semua benda menjadi basah olehnya seperti air mata kesedihan yang membasahi hati yang sedang berduka. Tapi hujan dipagi hari adalah berkah, salah satu rahmat Allah yang diturunkan ke bumi. Hujan jatuh dari langit berasal dari awan yang terisi penuh dengan embun. Sebelum hujan turun, langit akan terlihat gelap dan mendung, setelah hujan terkadang akan tampak pelangi yang muncul membuat langit terlihat indah. Savanna berharap akan ada pelangi dihatinya setelah semua duka pergi.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Dia melempar keteduhan Bersama payung yang ia singgahkan Diajaknya berlari sendiri-sendiri Dibawah rintik hujan yang turun Payungnya membawaku pulang Tanpa tergores rintiknya sedikitpun Hujan yang membeku jadi panas karena dia ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini, Maaf untuk segala kekurangan penulisan, maklum penulis pemula yang akan terus belajar dan memperbaiki agar menuju kata sempurna.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

Aku bukan marah, tapi karena suara hujan yang semakin deras aku menaikkan volume suaraku agar terdengar olehnya. Dia memutar kembali kepalanya ke arah depan, menutup mata sambil melipat tangannya di dada dan bersender di kursi halte. Aku duduk di sebelah Jessen. "Jes kau harus pulang, hujan udah makin deras. Lihat.. dengan pakaian kaya gitu akan membuat mu masuk angin." Dia hanya menggunakan menggunakan kaos hitam dan celana pendek.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai hujan unedited version
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status