Jiwa yang Berbeda
Dengan langkah gontai, ia bersuci, membiarkan air wudhu yang dingin membasuh wajahnya yang letih.
Di atas sajadah, dalam keheningan sepertiga malam yang sakral, Nafisa bersimpuh. Dalam setiap sujudnya yang panjang, ia menangis sesenggukan. Ia mengadu pada Sang Pemilik Hati tentang egonya yang masih setinggi gunung. Nafisa tahu benar, dalam Islam, haram hukumnya mendiamkan saudara seiman lebih dari tiga hari, apalagi suami sendiri. Islam mengutamakan komunikasi, tabayun, dan pemaafan, bukan menjadikan diam sebagai senjata untuk menghukum perasaan seseorang.
"Ampuni aku, Ya Allah... Ampuni hamba yang lalai dalam menunaikan hak suami karena menuruti luka hati," rintihnya di sela isak tangis yan
Bab Populer