Istri Kedua Untuk Suami
tangisnya yang sudah tidak bisa lagi ia bendung dan sebantar lagi akan turun hujan lagi dari matanya, begitu deras, sederas hujan kala bulan Juli itu, ketika pertama kali Allura menyamakan dirinya dengan hujan saat itu.
“Badai … Badai itu arti namanya kek hujan ini yaa? Deras … bergemuruh … berpetir … ada kilat-kilatnya di langit, keren,” ucap Allura menatap Badai yang sibuk membenarkan tali sepatu di halte, saat menunggu bus akan lama sekali tidak kunjung datang.
Badai meliriknya dalam hatinya memuji Allura yang sunggu sangat cantik padahal alam sedang seperti ini, seperti namanya, ya benar, seperti namanya.
Hot Chapters