PERMAISURI YIN
gumam Su Yin pada tiga gadis polos itu.
“Oke, kita lanjut ke huruf selanjutnya.” Satu jam mengajar, para hamba sahaya sudah menangkap dan menghapal beberapa huruf yang ditulis Su Yin.
Hanya saja mereka sering bingung dengan istilah asing yang digunakan Permaisuri. Kadang gadis dengan mata jernih itu bilang oke, this, that, next, no, don’t. Bahasa asing yang sudah terserap dalam kehidupan sehari-hari di Sanghai.