MY BABY
ucap Dad datar, "itu permintaan adikmu. Dad pikir itu baik. Supaya tak terlalu menyakitkan bagimu melihat wanita yang kau cintai menikah dengan adikmu."
Emosiku melonjak tinggi mendengar ucapan Dad.
"Tak usah sok empati, Dad! Itu tak cocok untukmu! Cukup sudah kau menghancurkan hatiku, jangan sok baik ingin mengobatinya!" raungku kesal.
Wajah Dad berubah pias, mungkin dia masih memiliki sedikit hati nurani hingga merasa bersalah padaku. Aku menghembuskan napas panjang, membuang emosi yang menyesakkan di dada.
Hot Chapters