Menjadi Istri Kedua CEO
Kinar tidak akan memusingkan perkara ucapan tidak penting yang jelas-jelas sudah Kinar ketahui kebenarannya.
“Saya berterima kasih sekali dengan informasi yang kamu berikan. Tapi yang harus kamu tahu, yang sebenarnya menjadi alat adalah kamu. Coba kamu bayangkan, pikirkanlah sejenak apa yang saya katakan ini. Saya tanya, sampai kapan kamu akan hidup seperti ini? Kamu tahu, kamu tidak pernah bermanfaat layaknya barang berharga. Kamu bukan apa-apa di mata orang lain yang saat ini menggunakan kamu meski nominal uang selalu masuk ke dalam rekeningmu. Kamu pikir, keluarga kamu senang mengetahui hal ini? Kecuali jika kamu memang tega, apa boleh buat?”
“Kamu mengancamku?” Kinar kedikkan kedua bahun
Hot Chapters