Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Broken home, putus dari pacar, ditinggal mati sahabat, dan sekarang harus ikut banting tulang demi mencari makan.
“Kami turut sedih, Ika. Yang kuat, ya,” kata Kikan memberikan penghiburan sambil menepuk pundakku.
Aku hanya menjawabnya dengan senyuman getir. Pamit undur diri dengan memasang wajah sedih. Aku bisa merasakan pandangan-pandangan mata mereka yang tertuju kepadaku bahkan sampai aku menuju ke mobil yang diparkir Mami tepat di bahu jalan seberang rumahnya Sarah.