Still with you
senyum manis itu terpotret dalam ponsel sang suami.
Jaeran meletakkan ponselnya di atas nakas meja makan lalu tak lama benda tersebut berdering, indra pendengarannya masih berfungsi dengan benar ia yakin itu adalah sebuah panggilan masuk. Saat meraih ponsel Jaeran lelaki itu telah lebih dulu mengambilnya, Rosa merapatkan bibirnya gatal ingin bertanya. "Aku gak mau ada kesalahpahaman lagi, ... Yang barusan telpon itu Maraka bukan Maria, kamu gak perlu takut." Jelas pemuda tersebut, ia bahkan tak meminta penjelasan tentang siapa yang menghubungi.
Capítulos em Alta