Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

jawab Mas Ricky. Obrolan terus mengalir. Suasana hangat kian terasa saat Lala datang bersama sang suami dan putranya yang berusia satu tahun. Aku menatap penuh haru semua keluargaku. Kebahagiaan sedang memenuhi hati ini. Tak henti-hentinya aku mengulas senyum. Siang harinya, semua orang pulang duluan. Ina dan Ana ikut kedua mertuaku. Sedangkan Mama, Papa dan keluarga Lala kembali ke rumah masing-masing.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

] Kutatap rumah bercat putih itu dengan nanar. Sebuah rumah yang masih bagus karena baru terbangun. Ada taman kecil berpagar pendek di depannya. Rumah bergaya modern minimalis milik Inem. Ya, tentu saja milik Inem, hadiah dari suamiku tercinta! Entah sedang apa kini mereka di dalam rumah itu. Barangkali Inem sedang memeluk Mas Hangga bahagia, dan Mas Hangga sedang melingkarkan pingganya pada jalang itu! “Jadi kamu sudah pastikan Bapak dan Mbak itu masuk ke dalam rumah itu, Za?”
9.379.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

"Satu keluarga bakar diri. Ibu, bapak, dan dua anaknya." Seketika bulu kuduk merinding. Aku melihat ada keraguan di wajah Bapak, tetapi beliau memilih mengalihkan pembicaraan. Malah, Bapak langsung menawar rumah itu agar diturunkan harganya sedikit. Semantara aku masih penasaran, siapa pemilik rumah ini? Kenapa bekas kebarannya tidak dibersihkan? Aku terperanjat, saat tiba-tiba seseorang menarik tanganku. Ternyata itu Ita. "Kenapa?" tanyaku sembari berjongkok.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Bang Rasya berhenti di sebuah rumah dua lantai yang cukup besar. Dia langsung turun dan berputar membukakan pintu. "Jom, Dik. Kita masuk dulu." "Ini apa?" "Rumah Abang yang lama." Apa papan pengumuman di depan rumah itu. 'Yayasan panti asuhan dan dhuafa. Aisha Umar.' "Ini jadi ...."
9.781.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

jawabku. "Kenapa harus membeli rumah? Apa kamu tak suka tinggal bersama kami?" tanya Mama. "Bukannya tak suka, Ma. Kinan tidak mau merepotkan kalian terus," jawab Kinan. "Kinan, kamu dan Kiara keluarga kami. Kami tak pernah merasa di repotkan," kata mama. "Benar kata mamamu, lebih baik kamu tinggal di sini. Kecuali nanti kamu sudah menikah lagi beda cerita," kata papa.
1035.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

mengapa rasanya sulit menemukan titik tengah permasalah yang sedang ada ditengah tengah rumah tangganya? Tak lama kemudian. Tok tok tok! Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Zahra dengan cepat mengusap air matanya yang hampir mengering dipipi. "Iya," ucap Zahra yang membuat pintu itu perlahan terbuka. Ia dapati Fatimah disana yang perlahan melangkah mendekatinya. "Ibu." "Ra, kamu dan Roni lagi ada masalah ya? ngga biasanya kalian diem dieman kaya tadi, ada apa nak? cerita sama ibu."
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Dijatah Lima Juta

Dijatah Lima Juta

Dasar keluarga munafik! "Ini rumah Umar, mana mungkin Umar menyewa rumah. Kamu kan tau sendiri bagaimana Umar di kantor? Kamu juga tau, berapa gaji yang didapat umar setiap bulannya? Belum lagi bonus bulanan atau tahunan. Kamu pasti tau dong, berapa uangnya, dan ke mana uangnya Umar gunakan? Rumah, mobil, motor, semuanya milik Umar," terang mama mertuaku dengan bangganya.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
KAU SESALI USAI KU PERGI

KAU SESALI USAI KU PERGI

Sepanjang langkah terayun ia menebak-nebak apa yang akan dibicarakan nyonya rumah ini padanya. Ruangan yang biasa dipakai untuk kumpul keluarga itu berukuran cukup luas karena menyatu dengan ruang makan serta taman kecil di sebelahnya. Tampak di sana Saraswati tengah menyaksikan berita di channel TV lokal. Perempuan itu segera mematikan TV setelah menyadari Rumi datang. "Ibu memanggil saya?" tanyanya santun. Perempuan beralis tebal serta bola mata hitam pekat itu tersenyum lembut.
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

Rumah ini sederhana, berdinding bambu dengan atap rumbia, jauh dari kemewahan pilar-pilar marmer keluarga Subroto yang terasa seperti penjara dingin. ​Kinan menghirup udara pagi yang asin. Tidak ada bau solar kapal kargo, tidak ada bau antiseptik ruang operasi, dan tidak ada bau amis darah. Hanya ada aroma kopi Manggarai yang baru saja diseduh oleh Bapak di dapur.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Dilamar Presdir yang Menyamar

Dilamar Presdir yang Menyamar

Ketika masih menuruni anak tangga, suara familier terdengar. “Hai, Bre!” seru Bima. “Bima? Tumben ke sini?” “Pengen sesekali mengunjungi brether-nya ke Jatim.” “Sehat?” “I’m fine.” “Sendiri? Daddy sama mommy nggak ikut?” Brama mempersilakan sang adik untuk duduk setelah saling berpelukan. “Enggak. Mereka lagi ada di luar negeri. By the way, rumah lo keren. Ini dulu beli sudah jadi apa proses pembangunan sendiri?” Mata Bima menyisir seisi ruangan.
9.945.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai ibu rumah tangga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status