Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati
Damar menjelaskan dengan ketus lagi, “Menurutmu, aku mau suruh kamu pergi ke mana? Tentu saja aku mau kamu segera rebutan untuk sampai di depan, lalu ketuk sampai pintunya dibuka. Setelah itu, kamu masuk untuk hentikan Syakia. Jangan sampai dia sia-siakan teratai salju itu!”
Ike menjawab sambil memelotot, “Tunggu! Jadi, kenapa tadi Kakak suruh aku keluar? Jelas-jelas, aku sudah sampai di depan. Sekarang, aku harus rebutan tempat lagi!”
Ike menoleh dan melihat ratusan orang yang berdesak-desakan. Dia ingin berkelahi dengan Damar. Kenapa Damar tidak mengatakannya dari awal?
Damar melirik Ike dengan dingin. Tatapan Damar langsung membuat Ike bergidik. Dia berucap, “Baik! Aku pergi sekarang!”
Hot Chapters