Penyesalan Setelah Poligami
"Egois! Aku lebih tenang dan bahagia saat Abang di rumah Indah, kenapa? Jika Abang disana, dia tidak mengganggu!"
Akram tidak melanjutkan perdebatan hanya memeluk istrinya dan mematikan ponsel.
"Tidur, Sayang. Pagi masih lama," tidak dijawab oleh istrinya, terdengar hanya mendengus kesal.
Paginya Fitri sudah terbangun terlebih dulu, dengan telaten menyiapkan segera keperluan untuk ke kantor. Tampilan begitu tampan dan menawan. Siapapun yang melihat akan terkagum-kagum, Fitri sangat pandai merawat suaminya. Perut selalu kenyang, pandangan selalu fresh istrinya selalu memberikan pemandangan yang sangat nyaman dilihat, kebutuhan biologis tercukupi, aura kebahagiaan sangat terlihat.