UNPLACED
Berhadapan dengan cermin, dia memerhatikan sudut-sudut wajah tetangganya itu dan meneliti bagian mana yang perlu dia tambahkan busa, lateks, ataupun silikon.
“Harus pakai itu, Vik?”
Vika meletakkan bungkusan halus serupa tepung berwarna putih. “Kalau perlu aja,” jujur dia menjawab karena memang sudah menyiapkan kerangka kepala untuk model proyek bakatnya. Itu yang dimaksud oleh Teh Euis adalah semen gipsum, bahan untuk menambahkan daging atau kulit pada proyek bakatnya. Ya, setelah berdiskusi dan mencari bahan ke sana ke mari, Vika memutuskan menunjukkan bakatnya sebagai makeup artist dan prostetik menjadi fokus keahliannya.
Hot Chapters