Dari Budak Menjadi Bencana
Hadapan dengan sesuatu yang memusnahkan segala bentuk eksistensi, baik yang statis, dinamis, maupun terlebur.
Sebuah kesadaran kolektif yang genting mulai terbentuk. Mereka harus bertindak. Tapi tindakan seperti apa?
Salah satu seniman tua dari ras yang peka terhadap pola, tiba-tiba berseru, "Lihat! Pinggirannya! Gerakannya... ia seperti mengikuti sebuah ritme yang kacau. Tapi ada polanya! Sangat pelan, sangat aneh, tapi ada!"