TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG
“Aku akan menunggumu. Tapi bukan sebagai gadis yang rapuh. Aku akan tumbuh, secepat dan sekuat yang kubisa. Supaya saat kau kembali, kita bisa berdiri sejajar. Bukan sebagai pasangan yang saling menunggu, tapi dua orang yang memilih untuk bertemu lagi… dengan kekuatan masing-masing.”
Xuan Li menatapnya lama. Tak ada kata-kata yang lebih baik dari itu. Ia tahu, perjalanan yang akan ia tempuh penuh darah dan tipu daya. Tapi di tempat ini, dalam waktu yang sesingkat embusan napas, ia menemukan sesuatu yang tidak bisa dibeli oleh pil atau artefak langit, ikatan yang lahir bukan dari keterikatan, tapi dari saling memahami tujuan masing-masing.
Bab Populer