Di Ambang Gila
Ini adalah sains yang hidup, bernapas, dan manusiawi—sains yang selalu dia impikan tetapi tidak pernah tahu bagaimana mewujudkannya.
Ares, di sisi lain, menemukan inspirasi baru dalam keragaman. Melihat orang lain berjuang dengan proses kreatif mereka, menerima ketidaksempurnaan mereka, membantunya melepaskan sisa-sisa tekanan untuk selalu menghasilkan "masterpiece". Dia mulai membuat sketsa lagi, bukan untuk dijual, tetapi untuk merekam momen-momen di Hub—seorang seniman yang tenggelam dalam pikirannya, dua kolaborator yang berdebat dengan penuh semangat. Itu adalah jurnal visual dari sebuah ekosistem yang tumbuh.
Tapi kedamaian itu tidaklah lengkap.
Hot Chapters