Isela: Putri yang Terbuang
tegas Isela.
Jach mengedikan bahunya dengan santai. “Tidak apa-apa, toh matamu juga minus kan, kau tidak akan begitu jelas melihat semua assetku,” jawab Jach terlampau santai mengabaikan wajah Isela yang merona malu.
Tangan Isela terulur mengajak bersalaman. “namaku Isela, aku pelayan baru di kediaman tuan Grayson.”
Jach terdiam beberapa detik, melihat tangan kecil yang mampu dia remukan dengan satu cengkraman. Meski ragu, Jach akhirnya meraih tangan itu dalam seperkian detik dan melepaskannya kembali.