ISTRI BAYANGAN
Ia membuka perlahan ikatan jubah mandiku, membiarkan kain putih itu merosot jatuh ke lantai, menampilkan keindahan tubuhku seutuhnya.
Hafiz mulai mencumbui perutku dengan dahsyat, gerakannya cepat dan menuntut. Ia terus turun hingga memberikan pemujaan pada titik sensitifku yang paling dalam. Hafiz menghirup aroma di sana, lalu mulai memberikan sentuhan-sentuhan intim dengan penuh gairah. Ia memberikan kenikmatan yang luar biasa, menyesap area sensitif itu dengan penuh damba, seolah ingin menghabiskan seluruh rasa manis yang ada di sana.
Hot Chapters