ISTRIKU SERING MENANGIS
sungutku kesal.
"Ardan, hari ini Mayang akan berangkat ke luar negeri, terserah kamu mau temani orang gila ini atau istrimu, " ejek Rindu.
Aku menghela napas ini, rasanya tak mungkin Ardan memilihku jika tidak dirayu dengan pura-pura tulus.
"Ardan, nanti siapa yang urus Ibu? "
"Alah, ada anakmu satu lagi! " cetus Rindu. Wanita itu seperti minyak tanah, selalu menyambar ketika melihat api.