Godaan Mama Muda
Arka, adik kecilnya, duduk meringkuk di pangkuan Radit, tak mau lepas sedikit pun.
Suasana sunyi. Hanya hembusan napas yang sesekali terdengar.
“Papa… sudah jam berapa?” tanya Kara pelan, suaranya hampir hilang.
Radit melirik jam di pergelangan tangannya. “Delapan lima puluh lima, Sayang.”
Maya mengusap punggung Kara lembut, berusaha menyalurkan kekuatan yang ia sendiri tak yakin masih dimilikinya. Alya hanya bisa tersenyum kecil, matanya pun berkaca-kaca. Semua menunggu.