Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Perkasa

Suami Perkasa

Sasa mendekat, mencondongkan tubuhnya, lalu berbisik namun cukup keras untuk didengar jelas, “Aku yang akan menikmatinya sampai puas. Seumur hidupku.” Sukma menarik napas panjang. “Kamu puas menghina aku, Sasa?” tanyanya dengan suara bergetar namun tegas. “Ini bukan hinaan, tante.” jawab Sasa cepat, pura-pura polos. “Ini ucapan terima kasih. Sungguh.” Namun tatapannya penuh ejekan, membuat Sukma merasa dadanya sesak. ---
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Papi Gula

Terjebak Pesona Papi Gula

“Umm … kita mau kemana?” “Apa kau suka sushi?” “Aku cukup menyukainya.” “I’m sensing some snark.” Mina tersentak, seolah tersinggung dengan ucapan pria itu. karena sejujurnya dia sangat menyukai sushi. Dan kata ‘cukup’ saja tidak mampu mewakili seberapa besar rasa sukanya terhadap makanan mentah asal negeri sakura tersebut. Dilihat dari seringai yang terpasang di wajah Smith, tampaknya pria itu sadar akan hal tersebut.
89.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

Sidiq menjelaskan dengan menggebu-gebu “Ini bakal susah sih. Tapi gue yakin kok, lo pasti bisa.” “Kintan udah sampai surah apa?” “Gak tau. Gimana kalo tanya langsung aja, atau tanya temannya.” usul Sidiq. “Temannya aja. Tuh si Salsa.” Salsa yang kukenal sebagai salah satu anggota geng Kintan kebetulan lewat di depan kami. “Lo aja yang nanya.” Aku mendorong Sidiq.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

Sukma memelas. Dia menyendokkanku nasi. Masakan ini memang begitu enak. Aneka seafood yang menggoda selera. Sesekali Sukma membersihkan mulutku dengan tisu. "Kamu kebiasaan kalau makan selalu belepotan," ucapnya. "Biar aku sendiri, Sukma. Tidak enak dilihat yang lain," jawabku. Namun, Sukma ngotot membersihkan makanku yang belepotan.
9.628.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 878 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Sarah duduk di dekat Stela, lalu meminum airnya. Stela mencebik. “Kenapa kamu begitu ingin tahu? Tidak usah sok perhatian. Kamu pasti senang, ‘kan?” Sarah mengernyit. “Maksudmu apa? Kenapa aku harus senang?” Dia sama sekali tidak mengerti. Hubungannya dengan Stela memang tidak begitu baik dan dia tidak tahu apa penyebab pastinya. Stela mendengkus kasar. “Kamu pasti senang karena aku tidak melanjutkan kuliah. Tidak seperti kamu yang bisa langsung melanjutkan kuliah sampai ke pasca sarjana dengan mulus.”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

tanya Fuad setelah mengambil barang bawaan mereka. “Terserah kamu, Mas. Aku masih belum begitu lapar sebenarnya.” “Mau makan bakso?” tawar Fuad sambil tersenyum kecil. Ia tahu Sofia sangat menyukai bakso dan jarang menolak saat diajak makan bakso. “Boleh.” Sofia mengangguk senang. Sudah lama ia tidak makan bakso bersama Fuad.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

ucap Nismara sambil meminum teh manis hangatnya. "Mbak gak usah bingung. Kan Mbak sendiri yang bilang kalau kata Pak Arjuna kalau Mbak memang gak suka sama Pak Arjuna, Mbak bisa menolaknya, begitupun sebaliknya, jika emang Mbak suka, Mbak ya tinggal langsung terima. Gak repot, kan?"
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

"Jangan ragu untuk mengatakan apa yang kau suka dan yang kau tak suka ya." "Terimakasih Mami. Pertama-tama aku suka vanila dan coklat, tapi aku tidak suka stroberi. Bukan tidak suka, tapi aku hanya alergi." Ivana mengatakannya sambil tersenyum. "Baiklah, ayo diminum susunya!" titah Amber yang terlihat bersemangat saat melihat Ivana akan meminum susunya. Ivana tersenyum, lalu mengambil susu rasa vanila lebih dulu. Wanita itu langsung meneguknya, dalam dua kali tegukan, susu itu pun habis.
10172.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Rahasia di Kamar Pengantin

Rahasia di Kamar Pengantin

“Iya, Ismi. Aku suka.” “Apa?” “Hm? Kenapa?” balasku bingung. Wajah Ismi tiba-tiba berubah. Dia bergegas melihat ke arah lain dan berdehem lembut. Salahkah? Di mana letaknya? “Aku suka burgernya, kamu tidak suka?” sambungku. “Oh, burgernya, ya, Mas?” “Loh?” “Tidak. Makanlah lagi, Mas. Aku tidak akan mengajakmu bicara selagi makan.” Ismi merengut.
9.56.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Duda itu Suamiku

Duda itu Suamiku

"Tentu saja, semoga kau suka ya, Sayang." Mereka pun makan dengan tenang. Beberapa kali Bea minta tambah lauk kesukaannya dan Bianca tentu saja sangat senang karena Bea begitu menikmati masakannya, sama halnya dengan Bryan. "Setelah makan mau melanjutkan berkeliling lagi, Bea?" Bea pun menganggukkan kepalanya dengan semangat. Gadis kecil itu seperti akan menjadi pemandu tour jalan-jalan edisi perkenalan rumah yang membuat Bianca terkekeh pelan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai iya suka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status