Hoffen
Wanita gemuk itu menatap terus ponselnya melihat isi pesan dari sang mama, dia tidak berani membuka dan hanya melihat dari notifikasi saja.
Ya, sang mama menanyakan tentang kakaknya yang akan tunangan besok. Bahkan, Trisha belum memberikan alasan yang kuat untuk mamanya itu. Dia benar-benar tidak bisa memikirkan alasan untuk membatalkan pertunangan. Trisha mendengus kesal dan menyandarkan punggung di kursi bus, matanya bergerak melihat keluar jendela.
“Kalau gue enggak bilang nanti Tiana yang marah, kalau gue bohong ke mama … mama enggak akan coret gue dari kartu keluarga, kan?” gumamnya pelan dengan helaan napas panjang.
Hot Chapters