Perjanjian Leluhur
"Baiknya kau duduk saja di dalam kereta, biar aku yang menghadapi perempuan gengges dari Utara ini!"
"Kau adalah bidadariku," kata Cakra. Padahal bukan, lanjut hatinya pahit. Bidadariku adalah gadis ningrat dari bangsa manusia. Entah bagaimana kabarnya kini. "Lakukanlah apa yang semestinya dilakukan, sebagaimana layaknya bidadari."
Wajah Dewi Anjani bersinar indah mengalahkan matahari yang menerangi sekitar. Ucapan itu sangat membahagiakan dirinya, dan menambah semangat berlipat-lipat.