Kesayangan Tuan Elian
Begitu tiba di pasar, Rinjani seperti anak kecil yang baru dilepas di taman bermain.
"Wah, bagus sekali..." ucap Rinjani, matanya berbinar melihat banyak kerajinan lokal, kain tenun warna-warni, dan patung kayu yang unik.
Ia mengeluarkan dompet yang diberikan Elian. Itu adalah uang saku khusus yang cukup besar. Rinjani menghitungnya, hampir lima juta rupiah.
"Kalau habis, gapapa ya? Kenapa banyak sekali ya?" Rinjani tertawa sendiri, memegang lembaran uang itu.